Home » Onderdil Mobil » Ini Tips Tidak Gagal Motor Bebek Modif

Ini Tips Tidak Gagal Motor Bebek Modif

Yamaha merupakan salah satu produsen motor asal Jepang. Yamaha memiliki moto untuk menjadi selalu yang terdepan. Yamaha pun dikenal karena mengeluarkan produk-produk motor dengan terknologi dan desain yang ergonomis. Produk motor Yamaha yang paling dikenal di Indonesia adalah motor bebeknya. Walaupun sudah banyak model-model dan jenis-jenis dari kendaraan roda dua ini, namun pecinta motor bebek tidak pernah surut. Apalagi selalu dimanjakan dengan teknologi-teknologi terupdate. Jupiter MX adalah motor bebek yang mempunyai desain yang sporty, sehingga dominan disukai oleh para pria. Yamaha mendesain tampilan awal yang manly dan elegan. Tampila dari desainnya saja sudah fantasti lalu bagaimana nasibnya jika motor ini di upgrade lagi penampakannya alias dimodifikasi? Tentunya makin terlihat sangar.

Yamaha Jupiter MX telah dirilis oleh Yamaha sejak tahun 2005. Dalam kurun waktu 13 tahun ini tentu sudah banyak pemilik motor yang melakukan modifikasi pada Jupiter MX kesayangannya itu. By the way, Modifikasi motor jenis apapun tidak terbatas pada modifikasi body-nya saja. Tapi, untuk memantapkan tampilan dan performa dari motor bebek yang satu ini kita juga bisa melakukan modifikasi pada bagian lain seperti knalpot, mesin bahkan CDI.

  1. Modifikasi Knalpot

Tujuan dari modifikasi knalpot ini adalah untuk menambah kecepatan dari motor ketika dijalankan. Tipsnya pada knalpot gunakan CLD tipe C-2 berbahan full stainless. Karena masih memaksimalkan karburator standarnya, supaya pengaturannya lebih optimum, pilot jet naik 2 step. Dinaikan standarnya menjadi 22,5.

  1. Modifikasi Mesin

Yamaha Jupiter MX 135 cc ini meningkat, bisa dengan menggunakan paket bore-up keluaran X1R dengan diameter piston 62 mm. Sehingga volume ruang bakar meningkat menjadi 175 cc. Pemasangannya sudah pas bahkan tidak membutuhkan penyesuaian. Kemudian supaya torsinya terasa lebih bertenaga, menggunakan noken as dengan label CLD dan durasi 270 derajat. Sedangkan per klep dapat mengandalkan yang lebih keras dengan merek CLD.

  1. Upgrade CDI

Ganti CDI dengan jenis CDI adjustable, pilih produk CDI XP 301 MC Stage 2 Andrion Series Limited Edition (LE) 4 power, sehingga menghasilkan output DC yang stabil di 350 volt. Dengan CDI XP 301 MC ini tentukan RPM berapa advancer akan bekerja. Atau bisa juga menggunakan CDI Chetaah Power (CP) yang diprogram pada output 380 volt, 425 volt, 500 volt, dan 700 volt. Dengan mengganti coil dan CDI racing, akan membuat bahan bakar motor menjadi lebih awet. Bahkan akan meningkatkan akselerasi yang lebih cepat dari yang standar.

  1. Menambah lampu kabut

Lampu kabut digunakan untuk melewati daerah yang berkabut. Sehingga jarak pandang ketika berkendara menjadi lebih terbatas. Hal ini tentu akan membahayakan. Secara umum ada 3 jenis lampu kabut, yaitu fog lamp, HD, dan LED. Fog lamp dan LED dapat digunakan untuk menembus kabut di pagi dan malam hari, sedangkan HID kurang optimal digunakan untuk menembus kabut. Nah kegunaanya untuk menambah jarak pandang, kemudian untuk memantulkan air ketika jalan yang dilalui dalam keadaan basah. Tapi dengan menambah komponen seperti lampu kabut ini akan menambah beban aki. Selain itu kita harus berhati-hati karena ketika pemasangannya kurang tepat akan menurunkan cahaya sehingga tidak stabil. Sedangkan untuk memasang fog lamp, pastikan lampu tidak menutupi pandangan mata terhadap aspal. Upayakan agar lampu tidak dipasang simetris dengan kepala pengendaranya.  Idealnya, fog lamp dipasang di bawah lampu utama, sekitar 40 cm dari permukaan jalan atau di kanan dan kiri pengendara.

Sumber: http://lebihbaik.newstipsindonesia.com, www.semisena.com, tandapagar.com

Sumber gambar: syaifudin-arena.blogspot.com

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *