Home » Tips dan Trik » Mengupas Teknologi Airbag

Mengupas Teknologi Airbag

Keselamatan Pengendara merupakan syarat utama untuk perusahaan otomotif dalam merancang sebuah mobil. Para perancang mobil berusaha menciptakan teknologi yang bisa membantu mengurangi jumlah kematian dan cedera serius bagi para penumpang. Salah satu teknologi yang terus dikembangkan dan telah diaplikasikan yaitu teknologi airbag. Untuk mengenal teknologi ini mari kita sedikit mengupas teknologi airbag.

Airbag atau kantung udara  adalah suatu alat pengaman berupa kantung udara yang berfungsi untuk melindungi penumpang dari benturan kecelakaan. Posisinya terletak di bagian kemudi dan di bagian dashbor mobil.  Awal mula ditemukannya teknologi ini berawal dari sebuah peristiwa yang terjadi pada musim semi tahun 1952 seorang pria bernama John W. Hetrick beserta keluarganya sedang melakukan perjalanan dengan mengendarai mobil Chrysler Windsor tahun 1948. Perjalanan tersebut awalnya berjalan tanpa masalah bahkan keluarga John W. Hetrick sangat menikmati perjalanannya sambil melihat sekawanan rusa berlarian di pinggur jalan namun sekitar tiga mil melewati daerah Newport masalah terjadi mobil yang dikendarainya hampir menabrak batu besar yang berada di tengah jalan. Beruntung John W. Hetrick masih bisa mengendalikan mobil tersebut dengan membantingnya ke sebuah parit. Secara refleks John beserta istrinya menyilangkan kedua tangannya kedepan untuk melindungi dari benturan.

Peristiwa tersebut membuat John tidak bisa berhenti untuk berfikir bagaimana caranya untuk membuat suatu alat yang bekerja secara otomatis untuk menghindari dari benturan saat terjadi kecelakaan tersebut.  Oleh John, Ide tersebut terus dituangkan dalam sebuah sketsa  sampai akhirnya dia terinspirasi  dengan cara kerja airbag torpedo yang digunakan oleh angkatan laut. Segala usaha terus dilakukan oleh John  sampai pada tanggal 5 Agustus 1952 John W.Hetrick berhasil menciptakan teknologi tersebut dan memperoleh hak paten.

Teknologi hasil rancangan John terus dikembangkan oleh para perancang mobil sampai saat ini. Hal ini dianggap sangat penting karena menurut beberapa riset airbag sangat berperan mengurangi angka kematian dan cedera serius bagi penumpang ketika terjadinya kecelakaan. Cara kerja teknologi ini adalah ketika terjadinya kecelakaan teknologi ini akan merespon dengan waktu singkat sekian milidetik kemudian lipatan kantong udara akan tiba – tiba keluar dan membesar berisi gas nitrogen. Kantong udara akan berubah menjadi sebuah bantalan yang sangat empuk sehingga penumpang aman dari benturan.

Mekanisme kerjanya  terbagi menjadi 2 sistem yaitu sensor dan modul. Sensor yang bekerja terdiri dari sensor impact dan sensor deselerasi. Kedua sensor tersebut mempunyai cara kerja yang berbeda seperti sensor deselerasi  bekerja pada saat mobil mengalami penurunan kecepatan secara mendadak sedangkan sensor impact bekerja sebagai untuk mengirimkan arus listrik ke modul. Modul akan bekerja  ketika  menerima arus listrik yang diteruskan menuju inflator . Setelah inflator mendapatkan arus listrik, inisiator akan menciptakan sebuah percikan api yang mampu membakar propelan atau senyawa  natrium azida. Hasil pembakaran menghasilkan abu dan gas nitrogen. Abu akan dibuang ke udara sedangkan gas nitrogen akan mengembangkan kantong udara. Proses kerja teknologi ini secara keseluruhan membutuhkan waktu 30 milidetik sehingga ketika terjadi tabrakan secara otomatis kantong udara akan mengembang dengan sangat cepat.

Be Sociable, Share!
Post Tag With : ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *