Home » Tips dan Trik » Persiapan Infrastruktur dan Regulasi Mobil Listrik.

Persiapan Infrastruktur dan Regulasi Mobil Listrik.

Setiap Tahun konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di berbagai negara termasuk Indonesia menunjukkan peningkatan yang sangat pesat yang mengakibatkan semakin langkanya sumber daya alam minyak bumi. Salah satu faktor yang menyebabkan kelangkaan bahan bakar minyak diantaranya konsumsi bahan bakar minyak untuk kendaraan mobil dan motor. Pemerintah Indonesia dengan akademisi – akademisi yang tersebar di seluruh Indonesia berupaya mencari beberapa solusi untuk menekan penggunaan bahan bakar minyak secara berlebihan. Salah satu solusi tersebut adalah mengembangkan produksi mobil listrik secara nasional. Pemerintah terus mengkaji tentang mobil tersebut terutama dalam hal persiapan infrastruktur dan regulasi mobil listrik.

Salah satu infrastruktur yang sangat penting untuk pengembangan dan penggunaan mobil listrik adalah stasiun pengisian daya atau stasiun pengisian listrik umum.  Pemerintah Indonesia harus mencontoh persiapan yang telah dilakukan oleh Negara Jepang yang berupaya  mempersiapkan infrastruktur  dan regulasinya dahulu sebelum meluncurkan produk mobil listrik ke pasaran. Sebetulnya pembangunan stasiun pengisian listrik umum dari segi biaya tidak memerlukan biaya yang besar dibandingkan stasiun pengisian bahan bakar umum begitupun dari segi waktu, pembangunannya  tidak memerlukan waktu yang lama. Ketersediaan stasiun pengisian daya mobil listrik yang  merata diseluruh daerah akan berdampak positif bagi peningkatan jumlah peminat terhadap mobil tersebut.  

Sejak Tahun 2015 PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai salah satu perusahaan yang menyediakan kebutuhan listrik di seluruh Indonesia sudah membangun sekitar  875 stasiun pengisian listrik umum  yang tersebar di beberapa kota – kota besar di Indonesia seperti : Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Bali, Makasar, Palu, Lampung, Kepulauan Riau, Manado dan kota – kota lainnya. Untuk mengetahui keberadaan Stasiun Pengisian Listrik Umum bisa dilihat melalui aplikasi Google Maps dengan kata kunci “SPLU”. Pihak PLN meyakinkan kepada masyarakat dengan menjamin ketersediaan listrik secara merata dengan kwalitas yang maksimal.   

Pengawasan dan regulasi dari pemerintah juga sangat dibutuhkan dalam memproduksi kendaraan ramah lingkungan ini. Seperti contoh pemerintah harus memberikan perlindungan atau proteksi berupa pemberian insentif bagi perusahaan dalam negeri yang terlibat dalam memproduksi mobil tersebut sehingga memberikan jaminan kepada produsen kendaraan ramah lingkungan ini. Selain itu pengawasan ketat ketika uji kelayakan kendaraan sebelum mobil di produksi secara masal sehingga dapat memberikan jaminan keselamatan bagi pengguna mobil tersebut.

Pemerintah Indonesia harus mewajibkan setiap produsen mobil listrik menyiapkan layanan purna jual sesuai dengan aturan. Hal ini dapat memberikan rasa aman kepada pengguna ketika kendaraannya mengalami kerusakan.

Pembangunan infrastruktur dan regulasi untuk kendaraan ramah lingkungan ini harus dilaksanakan secara cepat dan tepat dengan melibatkan ahli – ahli yang berpengalaman sehingga tujuan untuk mengurangi ketergantungan akan minyak bumi segera terwujud.  

 

Be Sociable, Share!
Post Tag With : ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *