Home » Onderdil Mobil » Yamaha Jupiter Z1: Keturunan Terakhir Generasi Motor Jupiter 115cc

Yamaha Jupiter Z1: Keturunan Terakhir Generasi Motor Jupiter 115cc

Supra boleh saja didaulat sebagai motor pedal (moped) alias bebek paling banyak dipakai pada era 2000-an. Namun, kalau kita bicara kecepatan di level moped, motor-motor Jupiter jelas lebih di depan. Lepas dekade 2000, tepatnya pada 2012, Jupiter Z1 sudah yang terdepan di kelas bebek. Inilah keturunan terakhir motor Jupiter di kelas 115cc.

 

Suatu hari, aturan emisi gas buang berada pada titik baru. Standar emisi diperketat, membuat populasi motor-motor dengan mesin 2-tak terancam. Pabrikan motor pun memutar otak. Diciptakanlah motor-motor berteknologi mesin 4-tak satu per satu.

Tak terkecuali Yamaha. Pabrikan motor dan alat musik berlogo garpu tala meneruskan legacy mereka di kelas bebek, F1Z-R, pada Vega yang merupakan versi 4-tak darinya. Langkah itu rupanya tak cukup membuat mereka puas. DNA kecepatan yang menjadi fitrah Yamaha membuat kebutuhan mereka akan kecepatan, the need for speed, tak tertahankan lagi. Lahirlah motor generasi 110cc bernama Jupiter. Sesuatu yang besar. Sebesar planet di sistem tata surya kita.

Jupiter menjelma jadi sebuah kemewahan tersendiri di kalangan penggemar moped yang tak hanya mendambakan kepraktisan dan handling yang enak dalam berkendara, tetapi juga kecepatan yang bisa diandalkan, minimal untuk standar penggemar Yamaha. Huruf Z, terakhir dalam alfabet, kemudian disematkan pada Jupiter, menandakan komitmen para insinyur Yamaha untuk menerapkan komitmen paling mutakhir mereka pada bebek ini.

Lahirlah Yamaha Jupiter Z.

Komitmen itu terlihat dari teknologi yang Jupiter Z usung. Pada tahun 2003 silam, motor ini mengadopsi teknologi pendinginan piston ala Yamaha YZF-R1 yang disebut dengan istilah piston cooler.

Pendingin piston itu bekerja dengan cara menyemprotkan oli ke piston agar suhunya tetap ideal. Sistem tersebut bekerja menggunakan nosel yang segaris dengan kruk as. Dengan demikian, pelumas dapat disemburkan dengan baik ke piston. Semprotan dilakukan oleh pompa oli secara simultan saat piston melakukan langkah kompresi maupun dekompresi.

Kemudian, supaya nosel injeksi dapat menyemburkan tekanan oli secara kuat ke piston, Yamaha memodifikasi pompa oli Jupiter Z. Prinsipnya adalah dengan mengubah roda gear. Selain itu, lebar pompa dibuat lebih besar.

Sistem piston cooler pun bakal bekerja sempurna apabila mekanismenya dibantu oleh terpaan angin. Bila ini terjadi, suhu mesin bisa turun hingga 20 persen.

Nah, karena gesekan piston di liner silinder lebih lancar, suara mesin pun terdengar lebih halus. Pun demikian halnya dengan getaran mesin. Halus. Ini merupakan indikasi positif bahwa bearing kruk as, connecting rod, dan pin piston bakal panjang umur karena lebih awet. Risiko piston macet atau dinding liner silinder tergores bisa dihindari.

Tiga tahun berselang. Teknologi mesin yang mumpuni kali ini disempurnakan oleh tampilan bodi yang ciamik. Yamaha menyegarkan Jupiter Z dengan menambahkan desain burung, lebih tepatnya burung hantu, pada batok lampunya.

Hasilnya menggembirakan. Jupiter Z “Burhan” banyak disukai penggemar bebek, bahkan sampai sekarang, karena punya tampilan yang ciamik sekaligus punya performa mesin yang baik dan handling yang mudah dikendarai.

Dengan kubikasi tetap (110cc) dan terus dipertahankan hingga tahun 2009, Jupiter Z “Burhan” tetap memiliki performance yang dapat diandalkan, seperti mesin lebih halus, bahan bakar lebih irit, dan memiliki napas yang panjang di trek lurus.

Agar sesuai dengan tagline-nya, Semakin di depan, Yamaha terus melakukan perombakan pada bebek andalannya. Hasilnya, lahirlah Yamaha New Jupiter Z. Apa beda New Jupiter Z dan Jupiter?

Setidaknya, ada 3 perbedaan antara generasi Jupiter Z dengan New Jupiter Z. Pertama, desain bodi New Jupiter Z berbasis R1 dan R6. Ini menyebabkan tampilannya lebih kekar, kokoh, dan seimbang. Kedua, desain di area spedometer terkesan lebih futuristik. Ketiga, kubikasi mesin yang berubah menjadi 115cc dari 110cc.

Yamaha membuat motor 115cc miliknya ada di tahap paripurna melalui Yamaha Jupiter Z1. Bisa dibilang, motor Jupiter satu ini adalah penutup dari dinasti Jupiter di kelas 115cc akibat sudah ada MX di kelas 135cc. Dikatakan paripurna juga karena Jupiter Z1 telah mengusung berbagai teknologi demi menepati janji Yamaha dalam menyematkan teknologi termutakhirnya pada tunggangan satu ini.

Beberapa kelebihan Yamaha Jupiter Z1 adalah sebagai berikut.

Fuel Injection: Jupiter Z1 telah menggunakan teknologi injeksi terbaru Yamaha pada mesinnya. Teknologi ini tidak hanya membuat performa motor ini menjadi lebih tinggi, tetapi juga membuat motor ini tetap irit bahan bakar.
Diamond Shaped Speedometer: Motor ini punya desain spedometer berbentuk potongan intan demi memberikan kesan mutakhir dan futuristik.
Forged piston. Piston adalah detak jantung sebuah kendaraan. Yamaha paham betul hal ini dengan membuat piston berteknologi khusus sehingga performanya lebih baik daripada piston biasa. Hasilnya, putaran mesin makin enteng. Bensin pun bisa diirit, membuat Yamaha berhasil mendobrak istilah “motor boros” akibat terlalu mengutamakan kecepatan.
Arrow Shaped Tail Light: Bila generasi Jupiter sebelumnya terinspirasi dari burung, generasi Z1 lebih dipengaruhi oleh unsur hewan laut. Berawal dari pemahaman aerodinamika, berakhir pada wujud buntut hiu.
Double Head Lamp: Lampu ganda yang keren tak hanya berfungsi menghasilkan cahaya yang terang. Lampu ini juga akan membuat kebutuhan pencahayaan tak hanya bergantung pada satu lampu sehingga tak merepotkan kala lampu putus akibat masih ada lampu yang lain.
Aerodynamic Airflow System: Aerodinamika pada desain fairing Z1 dibuat dengan mengacu pada prinsip-prinsip aliran udara pada desain motoGP. Hasilnya, aliran udara pada mesin jadi lebih sempurna. Mesin tidak lagi terlalu panas saat motor berada dalam kecepatan tinggi.

Bagaimana, makin cinta dengan dinasti Jupiter, kan?

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *